Bandung Drums Day 2013
Djarum Super Bandung Drums
Day 2013
Three is Not Enough, Drums Fourever!
Ya, tiga gelaran di Sasana Budaya Ganesha sejak tahun 2010 tidaklah cukup. Pengang masih terngiang. Kelanjutan masih jadi pertanyaan. Kejutan masih dinanti. Itu mengapa Bandung Drums Day (BDD) menjadi handicap tersendiri di setiap tahunnya. Bagai bayi yang proses perkembangan fisiknya dimulai dengan merangkak, berdiri, dan melangkah, kini BDD terus berkembang dan ingin mulai berjalan.
Dari filosofi itu kami beranjak. Dari berbagai komposisi yang telah berjalan. Dari beragam peluang yang telah diujicobakan. Kami mulai mantap dan ingin berteriak lantang di Sasana Budaya Ganesha, 16 dan 17 November tahun ini: Drums Fourever!
Mengapa Drums Fourever? Selain tahun ini adalah gelaran keempat Bandung Drums Day, kami ingin berbagi loyalitas. Loyal terhadap alat musik, loyal terhadap musik itu sendiri, dan loyal mengetengahkan sajian masif berkualitas yang akan selalu meneguhkan Bandung sebagai kota musik kreatif.
Loyal karena BDD 2013 concern terhadap perkembangan musik di tanah air. Menjadi musisi sejati laksana gunung es. Orang hanya melihat puncaknya saja lewat performance panggung. Kita tak pernah tahu selebar dan sedalam apa gunung itu di bawah permukaan laut. Dengan kata lain, bagi seorang musisi, referensi dan apresiasi terhadap referensi dapat membuatnya menapaki level lebih tinggi untuk musiknya.
BDD akan merangsangnya. Memilah Master Class untuk memperkaya referensi, dan mendatangkan empat, ya, empat talent internasional untuk mengasah kemampuan apresiasinya. BDD tidak hanya sekadar memanjakan indera pendengaran dan penglihatan, tapi juga memperkaya hati tiap drummer.
Berkaca pada tahun sebelumnya, animo terhadap Master Class memang di luar perkiraan. Inilah bedanya Bandung dengan dengan kota lainnya. Alih-alih haus hiburan, pengunjung sama hausnya akan pengalaman. Pada tahun ini idealisme BDD ingin memfasilitasi mereka. Menambah jumlah Master Class. Dan untuk tetap mempertahankan teknis flow acara, gelaran dibagi menjadi dua hari agar tidak terjadi tumpang tindih dengan performance di main stage.
Dan tentu saja, penampilan di main stage akan selalu mengejutkan! Sesi “Gospel Battle” diisi oleh Ade Koestomo, Billy Christianto, Dimas Pradipta, Mario Alfonso, dan Toar Palenkahu. Dari sesi seleksi youtube, Agung Munthe berhasil menyisihkan ratusan drummer lainnya untuk dapat bermain di main stage sebagai solo performer, menemani Edi Khemod SERINGAI, Rere GRASS ROCK, JP Millenix, Riden Soedjono ROXX, dan Ikis TJUKIMAY.
Sesi mix art yang selalu jadi content request, akan menampilkan Duo Percussion dan silat a.l.a Hendri Hendarto. Sementara, drums dan bass yang jadi content terbaru, diisi oleh Bass Project. Content battle yang jadi langganan hampir tiap tahun, kali ini menghadirkan Jimmy Manopo vs Marsya Manopo (Father vs Son).
Kali keempat digelarnya BDD, sebanyak empat drummer luar negeri didaulat perform. Mereka adalah Aaron Spears (AS), JP Bouvet (AS), Vijesh (SIN), dan Raiden Soe (MAL). Selain perform, tiga nama yang disebut di awal akan mengisi sesi Master Class yang akan digelar 17 November 2013. Tidak lupa, drummers yang mengabdikan dirinya di dunia musik nasional juga akan diganjar Lifetime Drumschievement Awards.
Dengan didatangkannya talent internasional, dari sisi bisnis sudah barang tentu ini menjadi pendongkrak bagi jumlah pengunjung. Ditambah lagi dengan pemilihan talent tanah air dan lokal yang memiliki fanbase yang masif, kian memperbesar peluang ke arah tersebut.
Bagi para drummers yang belum mendapat kesempatan bermain di main stage, BDD 2013 memfasilitasi lewat “Anyone Can Play Drums” (on the spot drumming contest). Untuk para distributor dan tenant, disediakan Drums Exhibitions. BDD 2013 juga memfasilitasi pengunjung untuk berperan lewat social media dalam Drums Photos Exhibitions, Drums Photo Contest, Drums Rally Photo Contest “Amazing Drumrace”. Bahkan, mereka yang memiliki masalah dengan gear, dapat mengonsultasikan “penyakit”-nya kepada Dr. Drums, SPD (Spesialis Penyakit Drums).
Dengan besarnya event tahunan ini, peran media partner dan jejaring lini masa yang digalang lewat pengunjung, akan lebih memperbesar amplitudo magnitude Bandung Drums Day.
Ya, lagi-lagi three is not enough. Karena kami loyal, masif, dan kreatif. Maka: Drums Fourever!
Three is Not Enough, Drums Fourever!
Ya, tiga gelaran di Sasana Budaya Ganesha sejak tahun 2010 tidaklah cukup. Pengang masih terngiang. Kelanjutan masih jadi pertanyaan. Kejutan masih dinanti. Itu mengapa Bandung Drums Day (BDD) menjadi handicap tersendiri di setiap tahunnya. Bagai bayi yang proses perkembangan fisiknya dimulai dengan merangkak, berdiri, dan melangkah, kini BDD terus berkembang dan ingin mulai berjalan.
Dari filosofi itu kami beranjak. Dari berbagai komposisi yang telah berjalan. Dari beragam peluang yang telah diujicobakan. Kami mulai mantap dan ingin berteriak lantang di Sasana Budaya Ganesha, 16 dan 17 November tahun ini: Drums Fourever!
Mengapa Drums Fourever? Selain tahun ini adalah gelaran keempat Bandung Drums Day, kami ingin berbagi loyalitas. Loyal terhadap alat musik, loyal terhadap musik itu sendiri, dan loyal mengetengahkan sajian masif berkualitas yang akan selalu meneguhkan Bandung sebagai kota musik kreatif.
Loyal karena BDD 2013 concern terhadap perkembangan musik di tanah air. Menjadi musisi sejati laksana gunung es. Orang hanya melihat puncaknya saja lewat performance panggung. Kita tak pernah tahu selebar dan sedalam apa gunung itu di bawah permukaan laut. Dengan kata lain, bagi seorang musisi, referensi dan apresiasi terhadap referensi dapat membuatnya menapaki level lebih tinggi untuk musiknya.
BDD akan merangsangnya. Memilah Master Class untuk memperkaya referensi, dan mendatangkan empat, ya, empat talent internasional untuk mengasah kemampuan apresiasinya. BDD tidak hanya sekadar memanjakan indera pendengaran dan penglihatan, tapi juga memperkaya hati tiap drummer.
Berkaca pada tahun sebelumnya, animo terhadap Master Class memang di luar perkiraan. Inilah bedanya Bandung dengan dengan kota lainnya. Alih-alih haus hiburan, pengunjung sama hausnya akan pengalaman. Pada tahun ini idealisme BDD ingin memfasilitasi mereka. Menambah jumlah Master Class. Dan untuk tetap mempertahankan teknis flow acara, gelaran dibagi menjadi dua hari agar tidak terjadi tumpang tindih dengan performance di main stage.
Dan tentu saja, penampilan di main stage akan selalu mengejutkan! Sesi “Gospel Battle” diisi oleh Ade Koestomo, Billy Christianto, Dimas Pradipta, Mario Alfonso, dan Toar Palenkahu. Dari sesi seleksi youtube, Agung Munthe berhasil menyisihkan ratusan drummer lainnya untuk dapat bermain di main stage sebagai solo performer, menemani Edi Khemod SERINGAI, Rere GRASS ROCK, JP Millenix, Riden Soedjono ROXX, dan Ikis TJUKIMAY.
Sesi mix art yang selalu jadi content request, akan menampilkan Duo Percussion dan silat a.l.a Hendri Hendarto. Sementara, drums dan bass yang jadi content terbaru, diisi oleh Bass Project. Content battle yang jadi langganan hampir tiap tahun, kali ini menghadirkan Jimmy Manopo vs Marsya Manopo (Father vs Son).
Kali keempat digelarnya BDD, sebanyak empat drummer luar negeri didaulat perform. Mereka adalah Aaron Spears (AS), JP Bouvet (AS), Vijesh (SIN), dan Raiden Soe (MAL). Selain perform, tiga nama yang disebut di awal akan mengisi sesi Master Class yang akan digelar 17 November 2013. Tidak lupa, drummers yang mengabdikan dirinya di dunia musik nasional juga akan diganjar Lifetime Drumschievement Awards.
Dengan didatangkannya talent internasional, dari sisi bisnis sudah barang tentu ini menjadi pendongkrak bagi jumlah pengunjung. Ditambah lagi dengan pemilihan talent tanah air dan lokal yang memiliki fanbase yang masif, kian memperbesar peluang ke arah tersebut.
Bagi para drummers yang belum mendapat kesempatan bermain di main stage, BDD 2013 memfasilitasi lewat “Anyone Can Play Drums” (on the spot drumming contest). Untuk para distributor dan tenant, disediakan Drums Exhibitions. BDD 2013 juga memfasilitasi pengunjung untuk berperan lewat social media dalam Drums Photos Exhibitions, Drums Photo Contest, Drums Rally Photo Contest “Amazing Drumrace”. Bahkan, mereka yang memiliki masalah dengan gear, dapat mengonsultasikan “penyakit”-nya kepada Dr. Drums, SPD (Spesialis Penyakit Drums).
Dengan besarnya event tahunan ini, peran media partner dan jejaring lini masa yang digalang lewat pengunjung, akan lebih memperbesar amplitudo magnitude Bandung Drums Day.
Ya, lagi-lagi three is not enough. Karena kami loyal, masif, dan kreatif. Maka: Drums Fourever!
cc : http://www.kaskus.co.id/thread/528193bfbdcb17c21800000e/bandung-drums-day-2013/
Roby Nugraha
Public Relations
@robynugraha
0811221544
PIN: 7497751F
Roby Nugraha
Public Relations
@robynugraha
0811221544
PIN: 7497751F
Bandung Drums Day
T: @bandungdrumsday
IG: @bandungdrumsday
F: Bandung Drums Day
